Asal Usul Em Dash: Tanda Baca yang Kini Sering Dicurigai Sebagai Ciri AI

Asal Usul Em Dash: Tanda Baca yang Kini Sering Dicurigai Sebagai Ciri AI

Zakaria Mujur Prasetyo

Zakaria Mujur Prasetyo

18 Jun 202615 Menit Dibaca2 Views

ZekkTechBlog DASH EM

Asal Usul Em-Dash: Tanda Baca yang Kini Sering Dicurigai Sebagai Ciri AI

Hai, aku Zakaria, biasa dipanggil Zekk. Di artikel ini aku mau bahas salah satu tanda baca yang belakangan sering banget dikaitkan dengan tulisan AI, yaitu em dash atau tanda pisah panjang seperti ini: .


Awalnya aku sempat mengira bahwa em dash adalah salah satu ciri khas dari tulisan yang dihasilkan AI. Dugaan itu muncul karena aku cukup sering melihat tanda ini dalam jawaban AI, konten-konten internet, artikel yang bahasanya rapi banget, sampai tulisan-tulisan yang terasa seperti hasil penjelasan mesin.


Tapi ternyata setelah aku cari lebih jauh, ceritanya tidak sesederhana itu. Em dash bukan tanda baca baru, bukan juga tanda baca yang diciptakan oleh ChatGPT. Justru, tanda ini sudah lama ada dalam dunia tipografi, penulisan, buku, esai, dan novel. Yang menarik adalah bagaimana tanda baca lama ini tiba-tiba mendapat “makna baru” di era AI.


Ilustrasi perbedaan hyphen, en dash, dan em dash

Highlight Cepat

  1. Nama: Em dash
  2. Bentuk:
  3. Kode Unicode: U+2014 EM DASH
  4. Fungsi utama: Memberi jeda kuat, sisipan, atau penekanan dalam kalimat
  5. Sering disalahpahami sebagai: Ciri mutlak tulisan AI
  6. Fakta penting: Em dash sudah ada jauh sebelum ChatGPT dan AI generatif populer

Awalnya


Awalnya aku sempat mengira em dash atau tanda pisah panjang seperti ini: adalah salah satu ciri khas dari tulisan yang dihasilkan AI. Dugaan itu muncul karena aku cukup sering melihat tanda tersebut dalam jawaban AI, artikel-artikel internet, dan berbagai konten digital yang gaya bahasanya terasa sangat rapi.


Lama-lama aku jadi berpikir, jangan-jangan tanda memang semacam “jejak” dari tulisan yang dibuat oleh model AI. Apalagi di beberapa konten internet, em dash sering muncul ketika sebuah penjelasan terasa terlalu tertata, terlalu halus, dan terlalu mirip gaya jawaban chatbot.


Pemikiran itu muncul ketika aku sedang mengerjakan laporan dan makalah untuk tugas kuliah. Saat mencari referensi, aku membaca beberapa tulisan tentang Large Language Model (LLM), Markdown, dan pola penulisan AI. Di tengah proses itu, seorang teman memberitahuku tentang sebuah paper di arXiv yang membahas bagaimana gaya tulisan AI bisa dipengaruhi oleh data pelatihan yang dipelajarinya.


Dari situ aku mulai memahami bahwa AI seperti ChatGPT tidak menulis dari ruang kosong. Model bahasa besar atau LLM belajar dari sangat banyak teks: artikel web, dokumentasi teknis, forum, buku, novel, kode program, sampai teks berformat Markdown. Dari kumpulan teks itulah AI mempelajari pola kata, struktur kalimat, gaya penulisan, dan cara manusia menyusun gagasan.


Hal ini membuatku kembali mempertanyakan anggapan awal tadi. Kalau em dash sering muncul dalam tulisan AI, apakah itu berarti em dash adalah tanda ciptaan AI? Atau justru AI hanya meniru kebiasaan menulis manusia yang sudah ada sejak lama dalam buku, esai, novel, dan tulisan-tulisan berbahasa Inggris?


Pertanyaan itu semakin menarik karena em dash belakangan memang sering dibicarakan sebagai “jejak AI”. Sebagian orang bahkan menyebutnya sebagai “ChatGPT hyphen”, meskipun anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. The Washington Post pernah membahas fenomena ini dan menulis bahwa banyak penulis justru tidak setuju jika em dash langsung dianggap sebagai bukti tulisan AI. (The Washington Post)


Karena rasa penasaran itu, aku mencoba merangkum pembahasan ini menjadi artikel blog. Artikel ini akan membahas asal-usul em dash, fungsinya dalam penulisan, hubungannya dengan Markdown, serta alasan mengapa tanda baca ini sekarang sering dikaitkan dengan AI.


Tujuannya bukan untuk menuduh setiap tulisan yang memakai em dash sebagai tulisan AI, tetapi untuk melihat fenomena ini dengan lebih adil dan kritis.


Apa Itu Em Dash?

Ilustrasi perbedaan tanda hubung dan tanda pisah


Em dash adalah tanda pisah panjang yang bentuknya seperti ini: . Dalam Unicode, karakter ini tercatat sebagai U+2014 EM DASH. Unicode menjelaskan bahwa em dash digunakan untuk membuat jeda atau pemutusan alur dalam kalimat. Biasanya tanda ini dipakai ketika penulis ingin menyisipkan keterangan tambahan atau memberi efek penekanan pada sebuah pernyataan. (Unicode)


Secara fungsi, em dash bisa bekerja seperti koma, tanda kurung, titik dua, bahkan titik koma. Merriam-Webster menjelaskan bahwa em dash dapat dipakai untuk menyisipkan informasi tambahan, memperjelas bagian sebelumnya, atau menandai perubahan arah kalimat secara tiba-tiba. (Merriam-Webster)


Contohnya:


Aku ingin menulis artikel sederhana—tapi ternyata tanda baca sekecil ini punya sejarah yang panjang.


Dalam kalimat itu, em dash memberi jeda yang lebih kuat daripada koma. Ia membuat bagian setelahnya terasa seperti tambahan yang ingin diberi tekanan.


Menurutku, di sinilah daya tarik em dash. Tanda ini kecil, tapi efeknya cukup besar terhadap ritme kalimat. Ia bisa membuat tulisan terasa lebih hidup, lebih dramatis, dan kadang lebih “berbicara”.


Kenapa Namanya “Em Dash”?

Ilustrasi tipografi dan huruf dalam desain tulisan


Nama em dash berasal dari istilah tipografi em. Dalam dunia percetakan, em adalah satuan ukuran yang berkaitan dengan ukuran huruf. Secara tradisional, em dash sering dijelaskan sebagai tanda pisah yang panjangnya kira-kira selebar huruf kapital M.


Merriam-Webster juga menjelaskan bahwa em dash dinamai demikian karena panjangnya berhubungan dengan ukuran huruf M, sementara en dash berhubungan dengan ukuran huruf N. (Merriam-Webster)


Jadi, em dash disebut demikian karena panjangnya kira-kira satu em. Ia lebih panjang daripada en dash atau tanda pisah sedang , dan jauh lebih panjang daripada hyphen atau tanda hubung biasa -.


Perbedaannya kira-kira seperti ini:


TandaNamaFungsi Umum
-HyphenMenghubungkan kata, misalnya anti-korupsi
En dashMenunjukkan rentang, misalnya 2020–2026
Em dashMemberi jeda kuat atau sisipan dalam kalimat

Perbedaan ini penting karena banyak orang masih menyebut semuanya sebagai “strip” atau “tanda minus”, padahal dalam tipografi ketiganya punya fungsi berbeda.


Kalau menurutku, bagian ini menarik karena ternyata satu garis kecil saja bisa punya identitas yang berbeda-beda. Ada hyphen, ada en dash, ada em dash, dan masing-masing punya tempatnya sendiri dalam penulisan.


Dari Mesin Cetak ke Dunia Digital

Mesin tik sebagai simbol perkembangan tulisan sebelum komputer


Sebelum komputer dan smartphone, penulisan profesional sangat bergantung pada dunia percetakan. Dalam tradisi tipografi, tanda baca tidak hanya soal makna, tetapi juga soal bentuk visual. Panjang-pendek tanda pisah memengaruhi ritme bacaan dan tampilan teks.


Ketika mesin tik menjadi populer, tidak semua karakter tipografi tersedia di papan ketik. Mesin tik umumnya hanya menyediakan tanda hubung pendek -. Karena itu, em dash sering diwakili dengan dua tanda hubung seperti --.


Unicode juga mencatat bahwa em dash dalam tradisi mesin tik sering direpresentasikan dengan double hyphen. (Unicode)


Kebiasaan ini kemudian terbawa ke dunia komputer. Pada teks polos, email lama, dan lingkungan ASCII, orang sering mengetik -- sebagai pengganti . Beberapa aplikasi pengolah kata modern kemudian otomatis mengubah dua tanda hubung menjadi em dash.


Itulah salah satu alasan mengapa em dash tidak punya tombol khusus di banyak keyboard. Keyboard komputer modern mewarisi banyak kebiasaan dari mesin tik dan layout lama yang lebih mengutamakan karakter dasar seperti huruf, angka, tanda titik, koma, tanda hubung, dan simbol matematika sederhana.


Menurutku, ini cukup lucu sekaligus masuk akal. Tanda baca yang dulu muncul karena kebutuhan tipografi, sekarang justru jadi bahan diskusi di era AI.


Hubungan Em Dash dengan Markdown

Editor Markdown dengan teks dan kode


Di dunia internet, terutama dunia pemrograman dan dokumentasi, ada format penulisan bernama Markdown. Markdown dipakai untuk membuat struktur teks sederhana seperti heading, bullet list, bold, italic, dan garis pemisah.


Dalam spesifikasi CommonMark, tanda - dapat dipakai sebagai salah satu penanda bullet list. Selain itu, deretan tanda seperti --- juga bisa dipakai sebagai thematic break atau garis pemisah, selama memenuhi aturan tertentu. (CommonMark)


Namun, perlu dicatat: em dash U+2014 bukan sintaks utama Markdown. Markdown memakai hyphen-minus biasa -, bukan karakter em dash .


Di sinilah argumen menarik dari paper arXiv tahun 2026 berjudul “The Last Fingerprint: How Markdown Training Shapes LLM Prose”. Paper ini berpendapat bahwa sebagian model bahasa besar atau LLM sering memakai em dash karena mereka banyak belajar dari teks web yang terstruktur, termasuk Markdown.


Menurut paper tersebut, em dash bisa dipahami sebagai “markdown leaking into prose”, yaitu jejak struktur Markdown yang bocor ke dalam tulisan biasa. (arXiv)


Artinya, bukan berarti Markdown secara langsung memakai em dash. Lebih tepatnya, model AI terbiasa melihat tanda dash sebagai alat struktur: untuk daftar, pemisah, heading, atau batas antarbagian.


Ketika model diminta menulis dalam bentuk paragraf biasa, dorongan struktural itu tidak selalu hilang. Ia bisa muncul dalam bentuk em dash, karena em dash masih sah sebagai tanda baca dalam prosa.


Menurutku, bagian ini yang paling menarik dari pembahasan em dash. Ternyata masalahnya bukan cuma tanda baca, tetapi juga tentang bagaimana AI belajar dari pola teks digital yang sangat besar.


LLM Belajar dari Banyak Teks

![Ilustrasi data, kode, dan teks digital] (https://tiny-bread-e53d.zekkstore-zekkblog.workers.dev/content/1781796617282-neuralnetwork.png)


Supaya lebih mudah dipahami, LLM bisa dibayangkan sebagai sistem yang belajar dari sangat banyak contoh teks. Ia tidak memahami bahasa seperti manusia memahami pengalaman hidup, tetapi ia mempelajari pola dari kumpulan teks yang sangat besar.


Teks itu bisa berasal dari banyak tempat: artikel internet, forum diskusi, dokumentasi teknis, buku, novel, jurnal, kode program, komentar, sampai tulisan yang memakai format Markdown.


Dari sumber-sumber itu, model belajar bahwa kata tertentu sering muncul setelah kata tertentu, kalimat tertentu punya pola tertentu, dan gaya tertentu biasa dipakai dalam konteks tertentu. Karena itu, ketika AI menulis, ia sebenarnya sedang menghasilkan susunan kata berdasarkan pola yang pernah dipelajarinya.


Menurutku, dari sini kita bisa melihat bahwa AI tidak tiba-tiba “menciptakan” gaya em dash. Bisa jadi AI hanya menyerap pola dari banyak teks manusia, lalu menggunakannya kembali dalam jawaban yang ia hasilkan.


Inilah alasan kenapa pembahasan em dash tidak bisa dilihat secara sederhana. Kalau sebuah model sering memakai em dash, kita perlu bertanya: apakah itu memang ciri AI, atau hasil dari pola data pelatihan yang banyak memuat gaya penulisan manusia?


Kenapa Em Dash Sering Dikaitkan dengan AI?

Ilustrasi kecerdasan buatan dan tulisan digital


Fenomena ini muncul karena beberapa model AI memang terlihat sering memakai em dash. Dalam paper Freeburg, em dash dibahas sebagai salah satu tanda yang sering diasosiasikan dengan teks AI, tetapi penggunaannya ternyata berbeda-beda antar model.


Ada model yang sering memakai em dash, ada yang lebih jarang, bahkan ada yang tidak memakainya sama sekali dalam pengujian tertentu. (arXiv)


Paper tersebut menguji 12 model dari 5 penyedia, yaitu Anthropic, OpenAI, Meta, Google, dan DeepSeek. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika model diminta menghindari format Markdown seperti heading, bullet, dan bold, fitur Markdown yang terlihat memang berkurang, tetapi em dash pada beberapa model tetap muncul. (arXiv)


Ini menarik karena em dash seolah berada di wilayah abu-abu. Di satu sisi, ia bukan format Markdown seperti bullet atau heading. Di sisi lain, ia tetap bisa berfungsi seperti alat struktur dalam kalimat. Ia membantu model menyambung ide, membuat jeda, dan memberi penekanan tanpa harus membuat daftar atau subjudul.


Namun, hasil paper itu juga menunjukkan hal penting: em dash bukan ciri universal semua AI. Kalau ada tulisan memakai em dash, bukan berarti tulisan itu otomatis dibuat AI. Banyak penulis manusia sudah memakai em dash jauh sebelum ChatGPT ada.


Menurutku, kesalahan banyak orang adalah terlalu cepat menjadikan satu tanda baca sebagai alat tuduh. Padahal gaya menulis itu jauh lebih kompleks daripada sekadar melihat ada atau tidaknya tanda .


Em Dash Bukan Bukti Mutlak Tulisan AI

Ilustrasi manusia menulis di laptop


Di sinilah kita perlu hati-hati. Menganggap em dash sebagai bukti mutlak tulisan AI adalah kesimpulan yang terlalu cepat.


Pertama, em dash sudah lama menjadi bagian dari tradisi penulisan manusia. Ia dipakai dalam buku, esai, jurnalisme, dan karya sastra. Merriam-Webster bahkan menjelaskan bahwa em dash dapat digunakan dalam berbagai jenis tulisan, termasuk tulisan formal, bergantung pada pilihan gaya penulis. (Merriam-Webster)


Kedua, tidak semua AI memakai em dash dengan cara yang sama. Ada model yang sering memakainya, ada yang jarang, dan ada yang tidak memakainya dalam pengujian tertentu. (arXiv)


Ketiga, gaya menulis manusia juga beragam. Ada penulis yang suka kalimat pendek. Ada yang suka titik koma. Ada yang suka tanda kurung. Ada pula yang suka em dash karena terasa lebih ekspresif.


Jadi, lebih aman mengatakan bahwa em dash adalah indikator gaya, bukan alat deteksi AI.


Kalau menurutku, em dash itu seperti aroma dalam tulisan. Ia bisa memberi petunjuk tentang gaya, tetapi tidak cukup kuat untuk menjadi bukti. Kita tidak bisa menuduh sebuah tulisan sebagai tulisan AI hanya karena ada satu atau dua em dash di dalamnya.


Kenapa Em Dash Tidak Ada di Keyboard?


Pertanyaan ini menarik karena banyak orang baru sadar: kalau em dash penting, kenapa tidak ada tombolnya?


Jawaban sederhananya: karena keyboard umum dirancang untuk kebutuhan dasar pengetikan, bukan untuk semua simbol tipografi. Tombol - yang ada di keyboard sebenarnya adalah hyphen-minus, yaitu karakter yang secara praktis sering dipakai untuk tanda hubung, minus, atau pengganti dash dalam teks biasa.


Unicode sendiri membedakan banyak karakter yang mirip secara visual, tetapi berbeda secara fungsi. Ada U+002D HYPHEN-MINUS, U+2013 EN DASH, U+2014 EM DASH, hingga U+2212 MINUS SIGN. Artinya, tanda -, , , dan bukan karakter yang sama, meskipun sekilas terlihat mirip. (Unicode)


Pada komputer, em dash biasanya harus dimasukkan lewat shortcut, auto-correct, atau menu simbol. Di beberapa aplikasi, mengetik dua tanda hubung -- bisa otomatis berubah menjadi . Ini merupakan warisan dari kebiasaan mesin tik dan penulisan teks polos.


Menurutku, ini juga salah satu alasan kenapa em dash terasa “asing” bagi banyak orang. Ia sering muncul di teks profesional, tapi tidak terlihat langsung di keyboard yang kita pakai sehari-hari.


Cara Mengetik Em Dash

em en dash keyboard shortcuts

Beberapa cara umum untuk mengetik em dash:


  1. Windows: tekan Alt + 0151 melalui numpad.
  2. Mac: tekan Option + Shift + -.
  3. Google Docs / Microsoft Word: ketik dua hyphen --, lalu biasanya akan otomatis berubah menjadi em dash.
  4. HTML: gunakan —.
  5. Copy-paste: salin karakter ini: .

Untuk penulis blog, cara paling praktis biasanya adalah copy-paste atau menggunakan fitur auto-replace di editor teks.


Kalau kamu sering menulis artikel, esai, atau konten panjang, menurutku tidak ada salahnya mengenal em dash. Tapi tetap gunakan secukupnya, jangan sampai semua jeda kalimat berubah menjadi .


Apakah Em Dash Sebaiknya Dihindari?

Ilustrasi proses mengedit tulisan


Tidak harus. Em dash bukan tanda baca yang salah. Ia sah digunakan, terutama jika penulis ingin memberi jeda yang kuat atau menambahkan keterangan dengan efek yang lebih ekspresif.


Namun, karena em dash sekarang sering dikaitkan dengan AI, penggunaannya memang perlu lebih bijak. Kalau terlalu sering muncul dalam satu artikel, tulisan bisa terasa berlebihan atau terlalu “terpola”. Bukan karena em dash itu buruk, tetapi karena pembaca modern mulai punya asosiasi baru terhadap tanda baca ini.


Cara paling aman adalah memakai em dash seperlunya. Gunakan ketika memang ada kebutuhan ritme, penekanan, atau sisipan gagasan. Kalau cukup dengan koma, titik, atau tanda kurung, tidak perlu memaksakan em dash.


Menurutku, tulisan yang baik bukan tulisan yang menghindari tanda baca tertentu, tetapi tulisan yang tahu kapan harus memakai tanda baca itu.


Kesimpulan

Ilustrasi tulisan digital dan teknologi


Em dash bukan tanda baca baru. Ia berasal dari tradisi tipografi yang jauh lebih tua daripada AI. Namanya berasal dari satuan em, yaitu ukuran dalam dunia percetakan. Fungsinya adalah memberi jeda kuat, menyisipkan informasi, atau mengubah arah kalimat dengan efek yang lebih tegas daripada koma.


Namun, di era AI generatif, em dash mendapat makna sosial baru. Ia tidak lagi hanya dibaca sebagai tanda baca, tetapi juga dicurigai sebagai “jejak AI”. Kecurigaan ini tidak sepenuhnya muncul tanpa alasan, karena beberapa model bahasa memang sering memakai em dash.


Akan tetapi, menyimpulkan bahwa semua tulisan dengan em dash adalah tulisan AI jelas keliru.


Em dash lebih tepat dipahami sebagai tanda baca klasik yang sedang mengalami salah paham modern. Ia bukan bukti mutlak AI, melainkan bagian dari gaya menulis yang kebetulan sering muncul dalam sebagian output AI.


Pada akhirnya, yang membuat tulisan terasa manusiawi bukan sekadar ada atau tidaknya em dash, tetapi bagaimana ide disusun, bagaimana argumen dibangun, dan bagaimana suara penulis terasa hidup di dalam kalimat.


Penutup

Itu dia pembahasan tentang asal-usul em dash, tanda baca kecil yang ternyata punya sejarah panjang dan sekarang ikut terseret dalam pembahasan tentang AI.


Menurutku, pembahasan ini menarik karena memperlihatkan bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara kita menulis, tetapi juga cara kita menilai tulisan. Dulu em dash hanya dianggap sebagai tanda baca biasa. Sekarang, sebagian orang mulai melihatnya sebagai petunjuk apakah sebuah tulisan dibuat manusia atau AI.


Padahal, seperti banyak hal lain di dunia teknologi, jawabannya tidak selalu hitam putih.


Kalau kamu suka topik seputar AI, bahasa, sejarah teknologi, tipografi, dan hal-hal kecil di dunia digital yang ternyata punya cerita panjang, em dash adalah salah satu contoh menarik yang layak dibahas.



Sumber Rujukan

  1. The Washington Post, “Some people think AI writing has a tell — the em dash. Writers disagree.”
  2. Unicode Consortium, The Unicode Standard, Chapter 6: Writing Systems and Punctuation.
  3. Merriam-Webster, “How to Use Em Dashes, En Dashes, and Hyphens.”
  4. CommonMark, CommonMark Specification.
  5. E. M. Freeburg, “The Last Fingerprint: How Markdown Training Shapes LLM Prose,” arXiv, 2026.

Komentar (0)

Memuat komentar...

Tinggalkan Komentar

Ikuti, Komentari & Diskusikan Setiap Artikel

Setiap postingan punya kolom komentar terbuka. Tanya, diskusi, atau bagikan pengalamanmu.

Kolom Komentar

Setiap artikel punya kolom diskusi. Langsung tulis komentarmu.

Bagikan Artikel

Ada tombol share di setiap postingan untuk disebarkan ke teman.

Update Berkala

Artikel baru diterbitkan rutin. Pantau terus halaman blog.

Komunitas ZekkTech

Ikuti Grup WhatsApp
agar Tahu Update Artikel Setiap Hari

Gabung ke grup WhatsApp dan dapatkan notifikasi setiap ada artikel baru, tips teknologi, dan diskusi seru langsung dari admin.

Bergabung Sekarang

Gratis · Keluar kapan saja · Admin aktif setiap hari